ayah

Dulu...
Kita bercerita bersama dendangan rumput yang tengah bersuka ria
Juga siulan burung pipit diantara pematang durja

Kita berlomba mengucap harapan
Bersuka cita, bergaduh gaduh sendiri
Untuk memcoba membahagiakan diri

Kita berlari diantara detik detik waktu
Sambil memikul derita dan cambuk sekutu
Juga merangkai kata dalam lelah dan ragu

Kini...
Kau pergi dan tak mungkin kembali
Hanya tinggalkan kisah dan tetesan airmata yang menghujani diri
Siapa tak kuasa...
Ditinggalkan dirimu dengan rasa kecewa...

Ayah..........

No comments:

Post a Comment